Sunday, February 14, 2010

Monolog Dinihari

Tersentak seisi penghuni
oleh tetiba badai kala tenang hari
terjangkakah ia di celah ceria wajah tempoh hari?

Hampir tersungkurlah diri
Suram mengganti girang yang pergi
Secebis nipis iman berbaki
mengikat sabar kecamuk hati.

Tersentak seisi penghuni
berbilanglah tafsiran sendiri
namun sesekali tiada ditagih belas simpati
Disandarkan segala kepada-Nya Maha Mengetahui...

Berbekaskah lagi harapan?
Bersisakah lagi perjalanan?
Bersinarkah lagi masa hadapan?

Jejak langkah cuba digagahi
Walau tersentak seisi penghuni
Tiada dapat dipaksa untuk memahami
Lantas apalah kudratnya lagi
Usah ditagih pandangan mereka, hanya dipohonkan pandangan Ilahi
Ujian-Nya hadir untuk diredhai
Siapalah kita untuk menolak rencana suci?

Halus kedengaran sayup bisikan
"Pandanglah ke hadapan!"
"Pedulikanlah suratan yang telah ditinggalkan!"
Sejenak direnungi nasihat sabdaan
Berkalau-kalau itu perangkap syaitan
Jangan terjerat dek ujian
Kekufuran menghakis keimanan!
Kepada-Nya dipohonkan
"Kurniakanlah kekuatan!"
"Sesungguhnya berat, namun tetap ditabahkan!"

Saat awal dinihari
Panjang nafas ditarik menginsafkan realiti
Sekuat manalah diri
Berbanding kudrat Ilahi?
Remuk jiwa dipujuk sendiri
Teringat firman Maha Suci
"Tiadalah diri hamba-Nya diuji
lebih berat dari apa yang mampu digagahi"
Biarlah tersentak seisi penghuni
Dengan-Nya ku dampingi
Meneruskan baki perjalanan ini...

No comments: